April 04, 2011

PEMIMPIN MULIA DAN BERJASA

Pemimpin Yang Berjasa
Khulafaur rasyidin,
pemerintah yang adil tidak ada tandingannya selepas Rasulullah
Mereka Sahabat besar Rasulullah,
sangat berjasa pada dunia Islam dan menempa sejarah
Jasa mereka sentiasa dikenang,
di sepanjang zaman oleh umat
Dunia jatuh tersungkur di pangkuan mereka,
namun hati mereka
tidak jatuh cinta kepadanya
Mereka tetap zuhud, mencintai Allah,
mencintai Rasulullah, mencintai Akhirat
Dunia Islam dibuka oleh mereka dengan tenaga, harta dan jiwa raga
Mereka telah menjual dunia untuk Akhiratnya
demi keredhaan Allah, Tuhannya
Di malam hari bersama Tuhannya,
menangis dan mengaku lemah, munajat serta mengaku bersalah
Siang sibuk mengurus rakyatnya
Jasa merekalah menjadi sebab Islam berkembang seluruh dunia,
kita telah menerimanya bersama
Sebab merekalah kita semua beragama Islam
Rahmat dan nikmat paling besar dari Allah
Mereka itu adalah kekasih Rasulullah,
otomatik menjadi kekasih-kekasih Allah
Siapa mengasihi mereka Allah Taala mengasihi mereka pula
Mereka adalah lampu-lampu penduduk di langit
Lampu dan cahaya bagi penduduk bumi
Rakyat di zaman mereka mencintai mereka,
mereka pula mencintai rakyatnya,
rakyat menjadi setia
Di zaman mereka rahmat dan berkat dari Tuhan
mencurah-curah bak cahaya bulan di waktu malam yang cerah
Negara aman makmur, berkasih sayang, bahagia dan harmoni
kriminal teramat sedikit, rakyat sangat patuh dengan Allah
Pemerintah dan rakyat memiliki Allah, dunia yang mereka miliki
tidak mempesona mereka
Dunia merindui hidup seperti di zaman mereka
Ketakutan, kebimbangan, curiga-mencurigai tidak ada
Hidup spt satu keluarga, satu ibu dan bapa
Berjalan ke mana-mana walaupun seorang diri tidak ada siapa yang mengganggunya
Setiap musafir tidak membawa bekalan pun di dalam musafirnya,
setiap rumah ingin menjadikan mereka tetamunya
Kedatangan tetamu bagai kedatangan keluarganya

Abuya q

April 03, 2011

CINTA ITU MAHAL

Cinta itu mahal
Jangan beri cinta pada sebarangan
Memberi cinta atau meletakkan cinta
kepada sebarangan
adalah sia-sia dan akan menyesal
Kerana cinta itu mahal biarlah pulangannya
sepadan dengan mahalnya Kalau kita cinta kepada sesuatu
kita pula yang memberi sesuatu
kepadanya
adalah orang yang bodoh macam baghal
Kita beri cinta pada perempuan
terutama yang bukan isteri kita, berbagai-bagai perkara dan benda
dia minta kita berikan kepadanya
Bukan dia yang memberi sesuatu kepada
kita
bukankah kita dibodohinya?
Adakalanya setelah dia kikis harta dan kekayaan kita,
dia pun tarik diri dari kita apakah
untungnya? Begitu juga kita berikan cinta kepada
isteri kita,
berbagai-bagai perkara yang dia minta
kita kena beri juga
Dia tidak fikir lagi apakah kita ada atau
tidak ada Sudahlah cinta kita beri kepadanya, kita
diminta pula apa sahaja!
Sepatutnya dialah yang memberi kita apa
sahaja
Kerana kita telah bayar dengan
kecintaan kepadanya, cinta itu bukankah mahal? Kita cinta harta, kita cari untuk kita
milikinya
Siang malam kita tidak rehat dibuatnya
kerana cintakan harta
Setelah dapat apa yang kita mahu
Banyaklah harta yang ada pada kita, hingga kita jadi orang kaya
Aduh! Sedihnya kita pula kena jaga harta
Kalau tidak jaga orang curi pula atau dia
binasa
Sepatutnya kecintaan telah kita beri
kepadanya, dialah jaga kita, mengapa pula kita jaga
dia
Kita pula telah diperbodoh oleh harta
Kita diperhambanya hingga
menyusahkan kita
Kita letak dia di tempat yang mulia dan terpelihara
Hartalah yang mulia bukan kita yang
mulia, kita tidak dipedulikannya
Sekali lagi harta boleh memperbodoh kita Mengapa manusia tidak pandai
meletakkan cinta
kepada Zat Dialah yang akan menjaga
kita
Dia akan urus kita, bertanggungjawab
kepada kita, memelihara kita Siang malam Dia akan jaga kita. Di waktu
susah disenangkan-Nya kita!
Ketika sakit disembuh-Nya kita!
Di kala kita miskin dikayakan-Nya kita!
Di waktu kita lapar dikenyangkan-Nya
kita! Di waktu kita takut, dihiburkan-Nya kita!
Bahkan
Dia memberi segala-galanya kepada kita
selama mana kita masih hidup di dunia Yang saya maksudkan ialah
Tuhan kita yang menghidup dan
mematikan kita
Bukankah baik kita cintakan Dia, kita beri
kasih sayang kepada-Nya
Alangkah patutnya bahkan indahnya kita mencintai satu Zat
yang belum kita kenal Dia jauh sekali
mencintai-Nya
Dia telah beri kita hidup, rezeki,
kesihatan, hiburan dan lain-lainnya
Kita belum beri kasih sayang kepada-Nya Dia telah pemurah dengan kita, terutama
udara
Tanpa kita bayar apa-apa kepada-Nya Kalaulah kita kenal Dia dan cinta pula
dengan-Nya
Dia akan beri kita sesuatu yang bersifat
rohani dan maknawi pula
Yang bersifat maknawi dan rohani itu
lebih mahal daripada kehidupan yang lahir di dunia
Untungnya kekal abadi,
kita terima di Akhirat sana di dalam
Syurga
Apakah dia?
Iaitu rahmat-Nya Dia akan anugerah yang lebih besar lagi
yang kita akan terima dari-Nya
Hidayah-Nya, taufiq-Nya, iman dan
taqwa, cinta-Nya,
redha-Nya, keampunan-Nya akhirnya
adalah Syurga-Nya Mengapa kita tidak jatuh hati dengan Zat
yang kita tidak cinta pun
pemurah-Nya sudah diberi-Nya kepada
kita? Kalau kita cintai Dia
lebih besar lagi kita terima redha dan
keampunan-Nya
Kita tidak payah jaga Dia,
Dialah yang jaga kita
Kita tidak payah tadbir Dia, Dialah yang mentadbir kita
Kita tidak payah menjaga keselamatan-
Nya,
Dialah yang menjaga keselamatan kita
Bahkan di waktu kita tidur pun Dia jaga
kita begitu setia Mengapa kita beri cinta murahan,
yang menyusahkan kita
Kitalah yang memberinya bukan dia
memberi kita
Macam-macam kita memberinya itu pun
dia tidak setia Alangkah bodohnya kita bahkan malang
sekalilah kita
kerana ditipunya kita
Di mana akal kita hingga tidak mampu
berfikir secara rasional Marilah kita merubah sikap
untuk menyelamatkan diri kita
Kita cintailah Tuhan,
yang Dia memberi kita segala-galanya
hidup dan mati kita
Cintakan Tuhan selamat kita ke Syurga


karya: (Abuya Syeikh Imam Asaari Muhammad
At-Tamimi)